Jumat, 29 Januari 2010

Pembangunan HTI & Industri Hilirnya

Industrial Planted Forest atau Hutan Tanaman Industri merupakan salah satu jenis Plantation yang sedang sangat berkembang pesat di dunia. Beberapa negara yang memiliki potensi untuk mengembangkannya sudah dengan sangat agresif berupaya untuk terus memperluas kebun yang ada. Di Indonesia sendiri HTI sudah dilengkapi dengan pabrik yang siap untuk memproduksi kayu menjadi bahan olahan yang lain. Setidaknya di Sumatera sudah ada 5 pabrik pulp & paper dengan skala raksasa, di Jawa terdapat beberapa pabrik olahan pulp untuk dijadikan paper / tissue, di Kalimantan ada juga pabrik pulp & paper. Selain sebagai pulp & paper, kayu keluaran dari HTI juga bisa dijadikan bahan furniture seperti HTI di Kalsel yang mengkhususkan diri untuk furniture. Ada juga perusahaan yang mengolahnya menjadi core (isi) plywood / veneer.

Setiap perusahaan HTI menanam berbagai jenis tanaman, tergantung dari industri hilirnya. Beberapa jenis tanaman yang sangat familiar di dunia HTI adalah : Acacia mangium, Acacia crassicarpa, Eucaliptus pelita, Eucaliptus deglupta, Khaya senegalensis, Khaya ivorensis, Melia dubia, Paraserianthes falcataria, Melaleuca leucadenron, Hevea braziliensis, Alstonia scholaris, Alstonia macrophylla, Melaleuca cajuputi, Pinus merkusii, Pinus radiata, dll. masih banyak lagi. Kebanyakan species yang ditanam ini adalah fast growing species. Untuk kepentingan pulp & paper biasanya di panen pada usia 5 - 6 tahun. Kalau untuk furniture antara 10 - 15 tahun. Kebun dengan masa panen yang pendek seperti untuk pulp & paper cenderung lebih simple dibandingkan dengan untuk kepentingan furniture & plywood / veneer.

A. Pulp & Paper
Kebun yang di desain sebagai penyedia raw material pulp & paper biasanya memiliki schedule :

- Site preparation (biasanya spreading menggunakan excavator)
- Pre Plant Spraying (chemical weeding)
- Planting
- Blanking adalah mengganti tanaman yang mati (1 bulan setelah tanam)
- Slashing & Spraying (1 tahun 3 - 4 kali) & terakhir pada usia 18 bulan
- Singling usia 4 - 7 bulan

Setelah itu semua maka kebun di biarkan tanpa maintenance lagi, hanya pengecekan rutin untuk hama & penyakit serta patroli rutin kebakaran.

B. Furniture & Plywood / Veneer

- Site preparation (banyak sekali metodology yang sekarang berkembang)
- Weeding before planting
- Planting
- Slashing & Spraying sampai berusia 3 tahun
- Circle Weeding 2 kali setahun
- Singling
- Pruning sampai berusia 3 tahun (setiap tahun)
- Thining dimulai pada usia 3 tahun dengan persentase 50 %
- Decreaping dari 4 sampai 10 tahun

Untuk kayu yang dipersiapkan bagi keperluan furniture harus memiliki kriteria lurus, diameter besar dan seragam, tidak memiliki mata kayu, tidak busuk ditengah, di upayakan tidak bercabang.

Ini merupakan regime standar pengelolaan kebun secara garis besarnya pada beberapa perusahaan besar di Indonesia maupun Malaysia. Untuk aplikasi tambahannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi kebun, seperti pemberian micro nutrient bagi tanaman yang secara keseluruhan memiliki masalah dengan pertumbuhan karena site / tapak tumbuh kurang mendukung. Kemudian jika banyak terdapat pisang hutan atau keladi liar atau anakan hutan lainnya maka dapat dilakukan woody growth poisoning secara spesifik kepada jenis gulma yang ada.

Tulisan ini dibuat lebih kepada tujuan untuk mengingat kembali semua aktifitas yang biasa kami lakukan di beberapa perusahaan HTI yang pernah kami geluti. Semoga bermanfaat.

Salam Rimba,
Zulfadhli HM
Marudi - Sarawak

Kamis, 28 Januari 2010

Kejar Daku Kau Kutangkap

Bagi orang yang lahir di tahun 1980-an, besar di tahun 1990-an, dan hobi baca, pasti inget dunks sama Hilman sang pengarang buku Lupus. Itu loh cowo berjambul yang hobi makan permen karet, punya adek namanya Lulu, emaknya punya usaha catering. Buku bestseller yang kemudian dibikin film dimainkan oleh alm. Ryan Hidayat sebagai Lupus [sumpeh lo San masih inget ajah?!]. Judul postingan ini sengaja gw ambil dari judul salah satu serial Lupus, karena kayanya cocok ajah sama kisah yang mo diceritakan. Gw & Ayahnya Zahia memang seperti sedang main kejar2an, yang akhirnya bisa ditangkap [baca: gw yang ditangkap Abang bukan sebaliknya]. Berkali2 kita berada di kota yang sama, tapi ga pernah berjumpa. Karena apa? Waktunya beda booooo.

Abang lebih tua 2 tahun dari gw. Jadi, saat Abang lulus kuliah di tahun 2003, gw baru lulus dua tahun kemudian yaitu 2005. Setelah lulus dari UNTAN (Universitas Tanjungpura), Abang langsung keterima program Forester Trainee Batch 4 di PT.RAPP - RGM Group, Pangkalan Kerinci. Gw, tiga tahun kemudian (karena 1 tahun gw kerja di Indosat yang sama sekali ga nyambung dengan kuliah yang gw ambil), yaitu tahun 2006, juga keterima di perusahaan yang sama dalam program yang sama, juga sama2 Batch 4, hanya namanya saja yang berganti menjadi Graduated Trainee. Jodoh kah? Atau kebetulan? Gw ga tau. Yang pasti, kita ga sempet ketemu di Riau karena pada waktu gw mengikuti program tersebut Abang udah ngacir ke Kalimantan Timur semenjak tahun 2005 (Group sama hanya beda perusahaan).

Sebagai seorang GT, gw diwajibkan mengikuti training selama 9 bulan. Mencicipi setiap Department (Planning, Plantation, Harvesting, Infrastructure, Water Management, Nursery, dll), dimana setiap akhir sesi di masing2 Department diadakanlah ujian semacam UAS pas kuliah. Maka setelah masa training selesai, setiap orang akan dimasukkan ke Department sesuai dengan perolehan nilai ujian di Department mana yang paling ok serta kebutuhan masing2 Bisnis Unit yang ada. Waktu itu, dari 28 jumlah anggota GT Batch 4, kami ditransfer ke dalam 3 Bisnis Unit, yaitu Riau Fiber (Riau), Dumai Fiber (Dumai), Pasific Fiber (Kalimantan Timur). Dan saat diumumkan, ternyata gw ditempatkan di Kalimantan, bersama 6 orang teman gw. Ok. Ini kedua kalinya kami main kejar2an. Jodoh kah? Atau kebetulan?? [NB: saat itu gw & Abang belum saling kenal wong belum pernah ketemu].

Pacific Fiber memiliki 2 anak perusahaan, Itchi Hutani Manunggal (IHM) di Balikpapan dan Adindo Hutani Lestari (AHL) di Tidung Pala [silahkan cari di peta, semoga ada hehehe]. Gw termasuk yang beruntung karena ditempatkan di ujung dunia, dimana untuk sampai Tidung Pala butuh perjuangan panjang. Dari Balikpapan naik pesawat dulu 1 jam sampai Tarakan [kalo mo hemat bisa juga naik sampan], dilanjutkan dengan speedboat selama 2 jam dimana bagi gw merupakan cobaan hidup yang teramat berat tapi tetap harus ditanggung karena sejauh mata memandang cuma air dan gw langsung parno membayangkan yang aneh2 secara gw ga bisa berenang. Udah sampe kah kita? Alhamdulillah, ternyata udah, walopun dari Pelabuhan lanjut lagi naik mobil / ojek 7 menit untuk sampai ke Head Office nya [kalo lari mungkin sekitar 15-20 menitan].

Gw dengan sukses ditempatkan di Head Office, Planning Department. Lalu dimanakah gerangan Abang? Wowowowowo, Beliau terdampar di dalam hutan, Estate (camp) Sebakis namanya, sekitar 8 jam perjalanan darat dari Tidung Pala. Yah maklum namanya juga orang hutan (baca: forester). FYI, Sebakis adalah hutan yang oleh perusahaan dibangun camp didalamnya. Dari situ ke kota terdekat bernama Nunukan harus menggunakan speedboat selama 2 jam perjalanan. Dari Pulau Nunukan kita sudah bisa melihat Malaysia di ujung paling timur, yaitu Tawaw.

Pertama kali kita ketemu adalah pada saat gw diajak untuk kontrol ke Sebakis oleh bos gw yang ganteng dan baik hati, Mr. Mitch Hughes. Kita berangkat after gw sholat Subuh, bertiga dengan Pak Johan sebagai driver. Setelah menempuh perjalanan off road parah karena jalannya adalah jalan tanah dan kebetulan sekali hari itu hujan becek ga ada ojek [hai CinLau, apa kabar?], serta berbukit2 dan berbelok2 kaya di puncak, ditambah penyakit mabok gw kumat, akhirnya sampai juga kami di Sebakis sekitar pukul 1 dengan selamat. Kedatangan kami disambut oleh beberapa orang, salah satunya bernama Zulfadhli HM. Kesan pertama ketemu gimana Jeng Susan? Jangan ditanya karena gw masih jetlag seperti habis naik roller coaster di Dufan 25x.

Pertemuan pertama biasa2 ajah, ga ada yang namanya flirting2. Tapi gw langsung “ngeh” bahwa makhluk ini memiliki peran penting di camp Sebakis karena si Om Zul inilah yang membawa Bos & gw muter2 di areal Sebakis serta menjelaskan progress terbaru seperti: compartment2 yang baru ditanam, compartment2 yang siap tebang, pembangunan jalan baru, pembuatan kanal, ketersediaan bibit di Nursery, dan sebagainya. Oh oh oh, baru gw tau belakangan kalau ternyata Beliaulah kepala suku di Sebakis. 3 hari menginap disini, gw & Bos kembali ke habitat di Tidung Pala.

Setelah KopDar pertama yang tidak mendebarkan itu, kami bertemu lagi sekitar 3x, sebelum Abang pindah [lagi??] ke perusahaan lain, kali ini beda Group. Tapi saat itu gw & Abang sudah menjalin pertemanan, kita pasti ketemuan kalo Beliau sedang turun ke HO. Tapi jangan dipikir ketemuan yang romantis, cuma berdua, dilanjutkan dengan candle light dinner yah. Ketemunya di mess, banyak orang, ngobrol2 seru seputar bau badannya si A, atau si B yang selalu minta dibayarin mulu kalo makan, dan obrolan lain yang tentunya teramat sangat menarik serta menambah wawasan.

Ada 2 pengalaman yang melekat terus di memori gw, yang bikin gw kadang berfikir oh mungkin inilah yang dinamakan jodoh [mikir kaya gituhnya baru after merid, kalo dulu2 boro2]. Yang pertama waktu Abang nganterin gw pulang ke mess dari mess nya dia sekitar jam 7 malam, saat melewati pasar malem kagetan terus ketemu anak buahnya:
Anak Buah: “Malem Pak Zul, mau kemana neh?”
Abang : “Oh biasa mo nganterin Nyonya pulang” (cengar-cengir kuda)
Anak Buah : “Ohhhhhhhhhh” (senyum2 lebar banget sambil ngelirik gw)
Ih, Nyonya dari Hongkong! Ngaku2 banget seh Om, plizzzz deh!!

Yang kedua berkaitan dengan hobi gw menjarah barang2 bagus punya temen [tapi gw ga pernah menjarah pacar / suami orang loh!!]. Saat itu gw naksir berat sama cincin peraknya Abang yang katanya beli di Jogja dan tas travel kit Eiger warna merah . Alhasil gw sita lah kedua barang keren tersebut dengan alasan sebagai kenang2an karena Abang dah mo pindah. Abang pasrah dengan kelakuan gw, malah sempet bilang “tar cincinnya diganti sama yang emas”. Idih, gw mah anggep angin lalu ajah ga gw timpalin. Ternyata eh ternyata, 9 bulan setelah kejadian itu cincin peraknya memang digantikan dengan cincin emas putih yang dimasukkan dengan mesra ke jari manis gw setelah selesai ijab kabul.

Harap digaris-bawahi, bahwa dalam rentang waktu 9 bulan itu kami tidak berpacaran, menjalin kisah-kasih-mesra, ato menjadi TTM alias Teman Tapi Mesra. Hubungannya biasa ajah. Apalagi kami berada di pulau yang berbeda, meskipun masih sama2 Kalimantan. Gw di Timur (Tidung Pala) dan Abang di Barat (Sanggau). Kami ga pernah smsan, hanya 1x kontak2an, itupun Abang dengan kopetnya menelepon gw 10 menit untuk menanyakan gosip terbaru di Adindo, bukannya menanyakan kabar gw. Tapi entah wangsit dari mana, pada bulan Oktober Beliau melamar gw. Hah, melamar?? Ga salah tuh?? Via email pula [cerita lengkapnya bisa dibaca di postingan sebelumnya yang berjudul “Nikah Koboy”].

Gw memiliki suatu keyakinan bahwa ga ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi karena kebetulan. Semuanya pasti memiliki tujuan. Dan hanya Yang Maha Pengatur lah yang mengetahui jalan ceritanya, bagaimana endingnya nanti, apakah akan happy ending atau tidak. Apapun itu, kita harus menerimanya dengan ikhlas karena itulah yang terbaik menurut-Nya, meskipun terkadang menurut kita tidak. Merdeka!!!!! [Jeng, ga nyambung tuh kata2 penutupnya].

Selasa, 26 Januari 2010

Akhirnya Tumbuh Juga

Cemas. Itulah yang AyBun rasakan saat Zahia belum juga tumbuh gigi. Padahal sudah lewat 3 bulan dari ulang tahunnya yang pertama. Memang seh dari banyak dokter yang didatangi, semuanya memberikan jawaban yang sama. “Sabar yah Pak…. Sabar yah Bu…. Ga usah terlalu dicemaskan. Pada baby tumbuh gigi itu kisarannya 4 bulan sd 2 tahun. Kalo lewat 2 tahun masih belum tumbuh juga baru kuatir & harus di check apakah ada benih giginya atau ga”. Terus Bunda tanya ke Dokternya perlu ga dikasih vitamin khusus yang bisa merangsang percepatan pertumbuhan gigi, Beliau bilang “Ga usah pake yang kaya gituh. Ga perlu dikasih tambahan Fluor atau Kalsium, biarkan tumbuh secara alami”.
Masih ga puas hati [kalo ini mah Bunda], AyBun pun berkonsultasi dengan Dokter Gigi. Dokter Lau namanya. Beliau malah bilang “You tau, good itu ha. Lambat tumbuh, lambat rusak, lambat dicabut”. Yee Mbah Dokter (soalnya Dokternya dah sepuh), kalo itu mah ekye juga tau!! Ga bisa ngasih saran yang lebih menentramkan jiwa apa?? [%$#@%&*!@]. Bunda pun searching di internet, ngumpulin buanyaks artikel mengenai pertumbuhan gigi baby, dan isinya sama semua. Be patient intinya. Ya sud deh AyBun berusaha untuk sabar walopun dalam hati teteup ajah dag-dig-dug menunggu munculnya si Jabang Gigi.
Sekitar 1,5 bulan yang lalu (pertengahan November), Mak Cik Eli bilang “Mbak, Zahia udah mau tumbuh tuh gigi bagian bawahnya. Liat deh gusinya udah bunting” sambil Mak Cik buka mulut Zahia dan ngeliatin ke Bunda. Hohoho, betapa bahagianya Bunda ngeliat gusi bagian bawah Zahia agak2 seperti bengkak. Apalagi Mak Cik dengan meyakinkan bilang “Dulu juga anak saya kaya gituh Mba waktu mo tumbuh gigi. Ga lama ko, 2 minggu kemudian muncul deh giginya”. Makin berbunga2 dunks hatikyu. Well, apa mo dikata, setelah menunggu2 ternyata baru di bulan Januari 2010 lah gigi Zahia mulai tumbuh. Tepatnya tanggal 19. Wah anak pintar! Ternyata Tuan Putri Zahia mo kasih surprise buat anniversary AyBun. Thanks yah Sayang.

Saat ini ada 2 gigi bagian bawah yang tumbuh. Belum numbuh semua, baru keluar sedikit ajah dari gusinya. Tapi udah bikin AyBun seneng bukan main. Walopun Zahia jadi heboh kalo nenen, pake acara gigit-menggigit dan tarik-menarik. Gapapa ko Nak, Bunda ikhlas dgigitin. Abis bingung juga mo nyetopnya kaya gimana. Ga mungkin khan ditarik, takut copot nenennya hehehehe [sensor!!!]. Selain itu, mungkin karena gatel giginya, Zahia jadi suka gigit2 tangannya dan semua benda dimasukkin ke mulut, padahal kebiasaan ini dah dari umur 11 bulan ga Zahia lakukan. Asal jangan sepatu safety Ayah ajah yang Nak yang dimasukkin ke mulut, takut pingsan cium wanginya [piss ahhhh Ayah].

Ok deh, buat para orang tua yang lagi ketar-ketir menunggu gigi anaknya tumbuh, harap sabar ajah. Ga usah cemas kalo gigi anak tetangga udah tumbuh 1 lusin sedangkan gigi anak kita masih ga ada barang satu pun. Ga usah bimbang lalu memutuskan untuk mengkonsumsi vitamin2. Insya Allah akan tumbuh ko, cuma waktunya ajah yang beda, ada anak yang tumbuhnya cepet ada juga yang lambat [deuh Bunda bisa2nya kasih saran ke orang lain padahal sendirinya panik tingkat tinggi waktu itu!!!].

Oya, sebelum mengakhiri tulisan ini Bunda mo menyampaikan hot news bahwa Zahia & Bunda sudah sembuh dari cacar. Dan ga berbekas dunks karena kami berusaha sekuat tenaga untuk tidak menggaruk bekas2 cacar yang mengering walopun gatelnya luarr biasa! Alhamdulillah, kulit kami kembali mulus sehingga Zahia masih bisa ikutan pemilihan Putri Indonesia 20 tahun yang akan datang [minta doa dan dukungannya yah sodara2]. Thanks buat doanya, Temans.

Plantation : HTI & Reforestation

Sustainable Forest Management adalah pokok bahasan hangat yang diperbincangkan dan diperdebatkan dalam jangka yang cukup lama dan panjang. Membicarakan tentang kelestarian hutan merupakan "fenomena" yang tak kunjung usai. Kenapa? Karena banyak sekali yang berkepentingan terhadap keberadaan hutan.

Indonesia sendiri sudah mengembangkan hutan ke dalam 2 karakter, yaitu Hutan Alam (Hak Pengusahaan Hutan - HPH) dan Hutan Tanaman (Hutan Tanaman Industri). Pada paparan kali ini saya hanya ingin membahasnya secara garis besar saja.

1. Indonesia
Di negara kita, pengelolaan hutan menjadi HTI dimulai sejak awal atau medio 1980-an. Ketika itu kondisi hutan tidak separah saat ini, kondisi politik sangat menentukan siapa yang berhak mengelola dan menguras hasil hutan. Bahkan pada Era Soeharto ada Hak Pengusahaan HTI yang diberikan kekuasaan mengelola hutan hingga 100 tahun di Kaltim - Kab Bulungan. Maka pada awal pembangunan HTI di Indonesia yang terjadi adalah Hutan Alam diubah fungsinya menjadi Hutan Tanaman, sedangkan saat ini Hutan Tanaman adalah merubah lahan tidur / kurang produktif menjadi lahan berguna.
Pengertian dari Hutan Tanaman Industri saat ini menjadi lebih sesuai ketimbang penggunaan istilah tersebut pada awal 1980-an. Pada zaman Soeharto banyak sekali pengusaha kayu yang menjadi orang dekat Cendana. Mereka ini membuat banyak sekali perusahaan HTI di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua yang lebih bermotifkan atau berorientasi Kayu Alam, setelah 2 - 5 tahun beroperasi, dengan menanam hutan tanaman ala kadarnya mereka secara yuridis menyatakan "Bangkrut" dan tidak mampu beroperasi lagi, sehingga yang tertinggal kemudian adalah hutan dengan kondisi yang sangat mengenaskan dan rusak parah. Ekologi dan ekosistem hutan mengalami degradasi yang sangat luar biasa. Puncak kemerosotan ini terjadi pada saat jatuhnya Soeharto dan berakibat kepada banyaknya pengusaha kayu berkedok HTI kolaps, karena tidak punya pegangan lagi. Ketika periode 1998 - 2005 banyak sekali perusahaan yang di "Lego" alias take over atau dilelang paksa. Dampak yang lebih parah lagi terjadi pada lapisan bawah (masyarakat lokal). Ketika gelombang reformasi terjadi, mereka seolah-olah mendapatkan justifikasi bahwa mereka berhak atas semua tanah yang ada di kampung, kecamatan, kabupaten atau provinsi, jadi mereka tidak mengakui lagi Hutan sebagai milik Negara. Hal ini tentu berakibat fatal pada Resistensi terhadap semua investor / perusahaan / pengusaha.
Hutan Tanaman Industri di Indonesia sekarang terus berkembang pesat dengan 1001 masalah yang menghadapi. Kebijakan publik & negara membuat pengusaha sering kali pada posisi sulit dan soliter. HTI sebenarnya adalah pengelolaan suatu kawasan untuk dijadikan area penyediaan bahan baku (kertas, pulp, furniture, dll) secara lestari dan berkesinambungan. Sehingga memerlukan suatu kepastian usaha dari pemerintah dan masyarakat setempat, karena merupakan investasi jangka panjang dan komprehensif. Hal ini berbeda dengan HPH yang setelah mengambil kayu dan melakukan penanaman ala kadarnya lalu pergi tak tahu rimbanya.

2. Malaysia
Pengelolaan Hutan dan SDA Hutan di Malaysia sangat luar biasa (massive operation). Jengkal demi jengkal tanah yang tersedia di kendalikan oleh Negara secara utuh. Sebagai sebuah Negara Islam Beraja, maka seluruh SDA yang berada di Malaysia adalah merupakan milik Sultan. Perkembangan Malaysia saat ini secara jujur harus di akui melampaui pencapaian Indonesia. Pada tahun 1970 - 1980an banyak sekali mahasiswa Malaysia yang belajar di seluruh Universitas2 di Indonesia. Sehingga saat ini kita masih banyak menjumpai pejabat / orang penting di Malaysia dengan gelar Ir., Drs., Dra., SH, dll.
Pengelolaan Hutan & Tanah di atur secara komprehensif oleh setiap Negara Bagian (Malaysia adalah Negara Federal). Setiap Negara Bagian memiliki Sultan. Bagi negara bagian yang tidak memiliki Sultan seperti Sabah & Sarawak, maka mereka memiliki TYT atau Tuan Yang diper-Tua negeri. Sultan & TYT adalah pemegang kekuasaan absolute atas Tanah & Hutan. Dengan pola seperti ini maka konflik dan masalah sosial dapat diredam. Pengelolaan Hutan Alam lebih familiar disebut Logging Operation, sedangkan Pengelolaan Hutan Tanaman sering disebut sebagai Reforestation. Logging Operation di Sarawak khususnya sudah pada level yang sangat memprihatinkan, karena sudah mengambil kayu dengan diameter 20cm up. Lokasi kerja mereka juga berada pada lokasi border Indonesia - Malaysia. Hal ini yang membuat banyak Illegal logging dan semua kayu masuk ke Malaysia secara bebas. "Cukong" dan "Taoke" adalah bahasa atau hal biasa di areal perbatasan. Siapa yang untung???? Dan siapa yang rugi ????
Reforestation sendiri adalah instrument yang baru diperkenalkan sekitar tahun 1997 oleh Forest Department. Dalam kenyataannya, hampir semua perusahaan kayu (logging) yang sudah diwajibkan oleh pemerintah Malaysia untuk membuat Reforestation belum berjalan optimal. 10 tahun sudah berlalu, kualitas dari tanaman dahulu belum tahu mau dibawa kemana, belum ada industri yang menggunakan produk ini secara nyata. Sehingga terbersit didalam angan bahwa Reforestation hanyalah prasyarat untuk mendapatkan izin Logging dan atau sebagai Department yang hanya memanfaatkan lahan yang tidak dapat atau tidak mau ditanam oleh Palm Oil (Sawit) Department.
Dalam Ilmu Kehutanan Reforestation / Reforestasi adalah bermakna menghutankan kembali areal yang gundul atau rusak dengan berbagai tanaman hutan atau tanaman kehidupan dan selanjutnya ditinggalkan agar terjadi regenerasi secara alami. Sedangkan Hutan Tanaman Industri adalah pola pengeloaan lahan hutan secara berkelanjutan dalam kurun waktu konsesi yang sudah di tetapkan untuk penyedian raw material pada jenis usaha yang sudah ditetapkan. Hal inilah yang membuat pengertian dari HTI & Reforestation berbeda nyata. Tetapi apalah artinya Terminology dan segala perdebatan mengenai perbedaannya.

So, buat rimbawan atau forester yang berniat meniti karier di Malaysia, semoaga tulisan ini bisa menambah pengetahuan tentang perbedaan terminology dan juga termasuk plantation culture antara Indonesia & Malaysia. Semoga Bermanfaat.

Salam Rimba,
Zulfadhli HM
Miri - Sarawak

Sabtu, 23 Januari 2010

Saat Tangan Mulai Berbicara

Dua minggu yang lalu, datanglah seorang teman ke rumah. Panggil saja Kak Mawar, yang berasal dari Pontianak (sama seperti hubby). Setelah ngobrol ngalor-ngidul, Kak Mawar tiba2 menceritakan masa lalunya. Ternyata dirinya sudah menikah 2x. Pernikahan yang pertama dilakukan saat usianya 16 tahun, dengan seorang laki2 yang teramat sangat tampan dan kaya. Kak Mawar berasal dari keluarga yang kurang mampu dan memiliki banyak adik2 (Beliau anak ke-2 dari 9 bersaudara). Sekolahnya pun hanya tamat SD. Karena wajahnya yang cantik, maka banyak pria yang tergila2 padanya. Pilihan pun dijatuhkan pada pria kaya itu, dengan maksud jika menikah dengan orang kaya maka dia bisa membantu orang tuanya dan juga menyekolahkan adik2nya. Intinya adalah ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Tapi apa mau dikata, Kak Mawar yang pada awal pernikahan dihujani dengan hadiah2 mewah oleh Sang Suami seperti dibikinkan rumah yang besar, diberi banyak perhiasan yang diantaranya adalah kalung emas 100 gr serta gelang 50 gr, dibelikan pakaian bagus2 dan mahal, setelah hamil justru mendapatkan perlakuan sebaliknya. Keadaan berubah 100%. Kak Mawar dijadikan babu di rumahnya sendiri. Dipukuli oleh suami dan keluarga besarnya. Ditendangi sampai pingsan. Tidak cuma itu, bahkan Kak Mawar pernah ditusuk dengan pisau di bagian perutnya. Semua emas2nya disita oleh Ibu Mertua. Beras dijatah cukup ga cukup 5 kg untuk 1 minggu. Tidak pernah dipegangi uang sepeser pun (musnah sudah impian untuk menyenangkan orang tua, apalagi menyekolahkan adiknya). Puncak kesengsaraannya adalah ketika suaminya menghamili pembantunya sendiri.

Saat gw tanya kenapa Beliau tidak melaporkan kepada polisi atau setidaknya ketua RT / RW, Kak Mawar hanya bilang bahwa waktu itu dia masih kecil, masih sangat polos, belum menegrti apa2. Tidak memiliki keberanian untuk pergi ke rumah Pak RT / RW, apalagi ke Kantor Polisi. Bahkan untuk cerita kepada orang tua saja dia tidak bisa, karena tidak mau menambah beban hidup keluarganya.

4 tahun kemudian, Kak Mawar akhirnya bisa bercerai dari suaminya. Itupun setelah suatu kejadian yang sangat memalukan, dimana laki2 sinting itu membawa kabur istri tetangga yang rumahnya masih 1 jajaran dengan rumah Kak Mawar. Lalu perempuan gila yang bersedia dibawa kabur oleh suami Kak Mawar kembali ke tangan suaminya dalam keadaan hamil. LUARRR BIASA!!!!

Pernikahan yang awalnya bak hidup di surga dengan bergelimang harta itu memberikan trauma mendalam bagi Kak Mawar. Membuatnya menjadi teramat sangat takut jika mendengar kata2 pernikahan. Namun Beliau akhirnya berhasil “bangkit”, sampai akhirnya menikah kembali setelah 4 tahun menjanda. Alhamdulillah suaminya yang sekarang walaupun keras wataknya tapi tidak pernah memukul.

Ada juga kasus lain, yang mana pemeran utamanya adalah adik ipar gw sendiri. Awal tahun 2008 dia memutuskan untuk menikah dengan pacarnya. Undangan dicetak dan sudah disebarkan, tenda sudah disewa, souvenir untuk tamu disiapkan, bahan2 untuk konsumsi tamu sudah lengkap di dapur. Sang calon pun sudah menyerahkan seserahan kepada adik & keluarga, seperti tempat tidur, seperangkat emas, bed cover, dan masih banyak lagi. Manusia berencana tapi Tuhan berkehendak lain. Adik ipar gw, 3 minggu menjelang hari-H, memutuskan untuk TIDAK JADI menikah dengan pacarnya itu. Dia akhirnya bercerita bahwa dia pernah dipukul oleh pacarnya sehingga dia takut kalau sudah merid kejadian itu akan dialaminya lagi. Gw sempat bilang sama hubby “Alhamdulillah yah Bang wangsitnya ga datang terlambat”.

Kisah seorang temen sewaktu gw kerja di Jakarta lebih miris lagi. Cewe ini, sebut saja Lina, tetap bertahan dengan pacarnya yang suka menyiksa [menurut gw cowo itu bener2 psikopat]. Sering kali kalau mereka berantem Lina dipukul, digampar, ditendang, dicaci maki dengan kata2 yang sangat kasar. Tapi setiap kita, teman2nya memberi saran untu meninggalkan cowo itu dan mencari cowo lain, Lina selalu bilang “Gw ga bisa hidup tanpanya. Ga ada orang lain yang begitu dalam mencintai dan menyayangi gw selain dia”. WHAT?!?! Setelah semua perlakuan buruknya itu elo masih nyebut2 kata “cinta” dan “sayang”??? Gw yang ngedengernya berasa mo pingsan. Berulang kali gw membodoh2i Lina, bahkan saking kepengen ngebenerin otaknya yang udah ga bisa berfikir waras itu gw berniat ngebawanya ke psikiater. Bener2 cinta buta dan sangat bodoh! Gw sampai heran ko ada orang yang rela hidupnya dihancurkan oleh orang lain. It’s totally stupid, honey!! Wake up atuh!!!! Kalo lagi pacaran ajah disiksa seperti itu gimana kalo udah nikah?!?!

Pepatah berkata, bahwa setiap manusia dicptakan berpasangan. Maka seharusnya konsep berpasangan adalah dimana dua orang yang menjadi pasangan itu dapat saling membahagiakan satu sama lain. Saling berbagi cinta kasih. Saling melengkapi kekurangan masing2. Saling memberi support. Seperti halnya hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, dimana keuntungannya harus dirasakan oleh kedua belah pihak.

Jika memang kemudian semua hal yang indah2 itu berubah jadi mimpi buruk, ketika pasangan yang awalnya bersikap luar biasa manis dan lemah lembut berubah menjadi monster yang mengerikan, ketika tangan mulai berbicara menyakiti tubuh,atau kata2 makian yang sebelumnya tidak pernah terlontar dari bibirnya yang biasanya selalu memuji, maka “Sang Korban” harus bisa bangkit dan memutuskan segalanya. Demi keselamatan dirinya sendiri. Jangan menjadi bodoh, bisu, dan tuli dengan mengatasnamakan cinta. Bullshit itu!! Gw ulangi sekali lagi: BULLSHIT!!!! Karena cinta tidak ditandai dengan muka yang kusut, mata yang bengkak karena menangis terus2an, lebam di pipi, tusukan di perut, atau hati yang remuk redam setiap saat.

Ayo ladies, sudah waktunya untuk berani berkata TIDAK dan bertindak TEGAS. Karena hidup hanya sekali. Dan tidak akan ada yang menghargai diri kita kalau kita tidak menghargai diri sendiri.

NB: Gw sendiri teramat sangat bersyukur karena Allah memberikan gw seorang suami yang walopun ga seganteng Leonardo Di Caprio, ga sekaya Om Donald Trump, perutnya pun chabi [pipi kaleee], tapi ga pernah sekalipun menyakiti gw baik dengan kata2 apalagi perbuatan. I love u so much, my lovely husband. Mmmuuaaaccchhhh [sun sayang sampe bibir maju 7 cm]

Kamis, 21 Januari 2010

Mogok Makan Nasi

Zahia udah hampir 3 minggu ini mogok makan nasi. Dimulainya sejak sebelum tahun baru pas kita ber-3 ikut Ayah ke Miri. Selama 4 hari itu kita stay di hotel. Tau sendiri dunks yang namanya hotel kaga bisa masak2. Jadi Bunda beli nasi ajah untuk Zahia plus lauk dan sayur di tempat langganan yaitu Kedai Ibu Sambas yang murah meriah. Nasi tapaw [nasi bungkus], isinya nasi + 2 jenis lauk + sayur cuma 3 RM dan karena dah sobatan makanya suka dikasih lebih lauknya. Ternyata eh ternyata Zahia emoh makan nasi. Cuma masuk 2 suap padahal dah nyuapin 2 jam, selebihnya dilepeh2 semua. Waduh, binun Bunda. Kalo di rumah kan ga mo makan nasi Bunda bisa cari alternative lain seperti bikinin oat atau bubur atau apapun asal Zahia mo mamam. Jadi Bunda puter otak, beli bread ajah karena Zahia hobi makan bread pake keju atau coklat atau Skippy. Udah dibeli masih juga ga mo makan. Yo weiss Bunda kabur ke Sugar Bun samping hotel beli mashed potato yang versi plain. Teteup juga Zahia nolak, yang kali ini bahkan disembur dengan ekstrimnya. Bagussss!! Bunda udah desperado berat!! Akhirnya sodara2, setelah ampir jam 2 dan Zahia belom makan apapun dari pagi selain nenen, Bunda memutuskan untuk beli INSTANT FOOD. Ohmigod, maafin Bunda yah Nak.

Sebenernya beraaaaatttttt hati Bunda waktu kasih Zahia makanan seperti itu karena dari mulai Zahia MPASI Bunda selalu kasih makanan bikinan sendiri. Lebih sehat, hygienis, dan ga pake pengawet pastinya!! Tapi apa mo dikata ini situasi darurat. Ayah, waktu Bunda sms setuju ajah karena daripada Zahia perutnya kosong ga makan apa2. Alhamdulillah Bunda bikin 3 sendok habis. Malamnya Bunda bikin lagi 3 sendok habis juga. Tapi untuk penyeimbang Bunda kasih Zahia pear supaya at least ada makanan yang tidak berpengawet masuk ke tubuh Zahia.

3 hari makan seperti itu (instant food), pup Zahia jadi aneh bin ajaib. Kalo biasanya padat kaya orang dewasa, sekarang jadi kaya cream untuk kue. Hiks, sedih banget deh pokonya Bunda, lebih sedih dari kejadian Bunda kecopetan HP 3x pas dulu kuliah [please deh Bun].

Setelah nyampe ke rumah aksi mogok makan nasi pun masih berlanjut. Seperti pas kita baru nyampe dari Miri Uti bikin sup ayam jagung buat Zahia dan perkedel kentang, yang dimakan cuma sup dan perkedelnya ajah. Nasib nasinya berakhir di perut Bunda. So, dari tanggal 30 Desember 2009 sampe sekarang tanggal 21 Januari 2010 Zahia makanan utamanya adalah oat. Oat dikasih buah atau dicampur lauk (ayam, daging, udang, tahu, tempe) plus sayur (daun ubi, sawi, kangkung, cangkok manis, wortel, tomat). Oya, tetangga Bunda si Mrs.Phillipino juga kasih saran supaya Bunda belikan Zahia vitamin penambah nafsu makan. Dan karena Doski dengan penuh semangat 45 menggebu2 mempromosikan vitamin yang dimaksud, Bunda jadi termakan juga bujuk rayunya. So, Bunda minta Ayah belikan. Gileee, 1 botol harganya RM 20 isinya 30 biji! Udah hamper habis 1 botol, eh Zahia mah teteup ajah susah makan. Kumaha yeuh sodara2???

Ngomong2 tentang oat Zahia, Bunda dapet infonya dari sahabat kita, yaitu seorang Dokter di Bintulu Hospital yang bertanggung jawab di ruangan tempat Bunda menginap waktu melahirkan. Namanya Dokter Melissa Goh. Dokter ini merid sama orang Indonesia, makanya kita bisa klop bangets dan setelah melahirkan kita sering main ke apartmentnya. Oya, waktu Bunda melahirkan Beliau lagi hamil. Jadi umur Isya (nick name anaknya) dan Zahia beda 3 bulan ajah. Kata Dr. Melissa, baby jangan dikasih oat yang instant coz itu bukan gandum asli lagi, udah banyak dikasih tambahan2. So, inilah oat yang jadi makanan favorit Zahia:

Judul ..... LOWAN Wholegrain Rolled Oats
Harga ..... 9,8 RM untuk 1 pack (1 kg)

Cara bikinnya:
1. Oat diblender terlebih dahulu supaya halus. Karena kalau masih dalam bentuk asli masaknya lama booo [hemat gas ceritanya]
2. Untuk 4 sendok makan oat, campurkan dengan air (bisa juga susu) sebanyak 370 ml. Sebenernya ini ga ada di buku panduan pemakaian manual [henpon kalee], tapi berdasarkan saran Dr. Melissa dan pengalaman pribadi Bunda dengan air sebanyak ini maka hasil yang diperoleh sedang kekentalannya
3. Masak selama 10 - 15 menit
4. Hidangkan panas2. Bisa campur buah, madu, lauk, atau sayur [kumaha karesep budakna we]

Ada yang minat untuk mencoba Moms??

Rabu, 20 Januari 2010

Cacar Oh Cacar

Setiap orang biasanya terkena penyakit cacar air at least 1x dalam hidupnya. Untuk beberapa orang, bisa juga terkena serangan berulang karena sebenarnya virus itu tidak pernah hilang dari tubuh seseorang. Si Virus Varicella zoster ini hanya berdormansi saja. Jika situasinya mendukung, Beliau akan serta merta menginfeksi kembali. Situasi macam apa seh yang mendukung Doski balik lagi?? Seperti menurunnya daya tahan tubuh, lalu di saat yang bersamaan tertular dari orang lain, karena virus ini bisa menyebar melalui perantara udara (misalnya saja jika orang yang sakit itu bersin atau batuk), sentuhan kulit secara langsung (terkena cairan dari lepuhan kulit si penderita), ataupun secara tidak langsung melalui benda2 yang sudah terkontaminasi oleh cairan dari kulit penderita.

Jadi ceritanya Bunda & Zahia lagi kena cacar air sodara2. Padahal, kalo menurut Uti Bunda udah pernah kena cacar pas masih SD. So, ini 2nd time Bunda bermesraan dengan virus Varicella itu. Gimana ceritanya kami berdua bisa terinfeksi? Bunda pun ga tau pastinya dimana tertularnya, karena kemungkinannya luas sekali. Setiap minggu kita belanja di mall, which is disono manusianya berjubel2, so bisa ajah jadi terjangkit disitu. Ato bisa juga pada saat di Klinik Lau (minggu lalu sebelum shopping kita mengantar Uti & Mak Cik Eli_ART baru_berobat disana). Entahlah, hanya Tuhan yang tau.

Jadi kronologisnya adalah sbb:

Sabtu, 09/01/2010

→ Ayah, Bunda, Zahia, Uti & Mak Cik Eli pergi ke Klinik Lau jam 1 pm, pulangnya shopping ke New World Mall

Minggu, 10/01/2010

→ Ayah, Bunda, dan Zahia belanja sayur-mayur di Farley Supermarket jam ½ 10 am

..... Bunda memprediksi hari Sabtu / Minggu kami tertular virus ini .....

Senin, 11/01/2010

→ Ayah dinas luar (ke Camp Lana), berangkat after lunch jam 1pm. Bunda & Zahia sehat wal’afiat

Selasa, 12/01/2010

→ Bunda & Zahia masih sehat2 ajah. Tapi Uti sempet nanya ke Bunda:
Uti : “Nak, ko jerawat kamu banyak yah?”
Bunda : “Oh, mo mens kali” (jawaban ngaco karena baru ajah dapet)
Uti : “Masa seh, kamu kan baru ajah dapet” [hehehe, tau ajah Mamah teh]

→ Sorenya Bunda ngerasa ga enak badan gituh. Agak2 ngerasa dingin, tapi emang pas lagi hujan jadi Bunda pikir ini pengaruh cuaca ajah

Rabu, 12/01/2010

→ Abis sholat subuh jam ½ 6 Bunda ngerasa perut agak2 kembung, tapi terus ga dirasa2 coz pas nenenin Zahia Bunda ikutan tidur lagi. Bangun jam ½ 8 perut makin kembung, mual, dan sakit di ulu hati. Diagnosa awal Bunda adalah maag kumat karena emang udah 4 hari Bunda makannya telat mulu. Breakfastnya udah jam 9 lewat, lunch jam 2 lewat, dinner lewat Isya

→ Makin siang makin parah ajah rasanya. Tambah mual, perut kaya diobok2. Keringat dingin mengalir deras (ciri khas Bunda kalo lagi ga enak badan). Badan panas dingin [kaya kopi ajah Bun]. Punggung sakit. Kaki pegel. Duuuuuhhhh, bingung ini sakitnya ko campur2. Cerita ke Uti katanya paling maag kumat & Bunda disuruh minum obat. Yang dodolnya lagi Bunda bilang ke Uti:
Bunda : “kayanya aku hamil deh Mom” (muka PD jaya)
Uti : “Ya mungkin ajah. Tapi kan kamu baru mens” (jadi malyu akyu)

→ Sore Bunda sms Ayah kasih tau ga enak badan [plus kemungkinan hamil]. Ayah bilang makan yang teratur, minum obat maag, banyakin minum susu. Mengenai kemungkinan hamilnya Ayah langsung bilang “Mana mungkin Bundaaaaaaaa”. Hueheheh, siap Pak Dokter!!

→ Malam Bunda meriang tambah parah. Ngerasa dingiiiiiinnnnn banget. Padahal AC dah diturunin jadi 30oC suhunya. Trus pas lagi gantiin diapers Zahia, Bunda menemukan bagian tangan, badan, dan kaki Zahia banyak bintik2 merahnya. Loh, Bunda bingung walopun emang seh seminggu sebelumnya Zahia alergi karena Bunda kasih telur, tapi kan dah sembuh. Pas lagi nenein Zahia Bunda garuk2 kaki eh ko di kaki Bunda banyak amatz bentol2nya. Digigit nyamuk dari mana yah?? Perasaan ga pernah ada nyamuk di rumah ini. Bunda raba paha, disitu juga banyak bentol2. Ternyata di punggung, perut, dada, dan sekitarnya juga bentol2. Wadowww, apa alergi udang yah karena seharian makan udang?? Tapi aneh seumur2 makan udang dari yang ukuran mini ampe segede bagong ga pernah tuh alergi. Binun ekye memikirkannya!!!

Kamis, 13/01/2010

→ Bangun tidur badan pegel2. Muka panas & gatel2. Sesuatu yang menyerupai jerawat binti bisul tumbuh liar dimana & ukurannya jumbo2. Trus pas Bunda mo mandi ngeliat bentol2 yang tadi malem udah banyak yang berubah menjadi lentingan kaya kalo kena minyak panas. Nah lo, apaan neh?

→ Oya, semaleman Zahia rewel lagi tidurnya ga tenang. Dan pagi ini pas Bunda raba Zahia emang agak2 anget

→ Panik, karena udah curiga kena cacar air. Mak Cik Eli pun bilang “Wah Mba, ini mah cacar air”. Dulu saya juga kaya gituh. Hiks!

→ Istirahat, maksain makan yang banyak walopun mual, kelonan terus sama Zahia sambil berselimut ria sepanjang hari karena kedinginan

→ Malamnya Bunda & Zahia ga bisa tidur dengan tenang. Gatel terasa di sekujur badan. Akhirnya Bunda bilang ke Ayah kalo Bunda & Zahia sakit, tapi masih ga ngerti sakit apaan

Jum’at, 14/01/2010
→ Ayah sampai rumah jam 11.30, makan, sholat Jum’at. Pulang sholat langsung ngajak ke Dokter Masniah. Kondisi Bunda masih ajah kedinginan (pake jaket terus ga dilepas2). Bintik2 di tubuh Zahia makin banyak dan udah ada juga di kepala dan muka. Banyak juga bintik2 tersebut yang udah menjadi lentingan

Berdasarkan pemeriksaan Ibu Dokter (bayar RM 30), Bunda & Zahia POSITIF terkena CACAR AIR. Bunda dikasih obat 3 macem:
1. Antibiotik (Ospamox 500 mg) ….. 1 x 3
2. Demam / tahan sakit (PCM 500 mg) ….. 2 x 3
3. Gatal (Piriton 4 mg) ….. 1 x 2
4. Calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal

Beberapa kata mutiara dari Bu Dokter:
1. Harus mandi!! Kecuali kalo panas tinggi. Tujuannya agar infeksi ga meluas
2. Ga ada makanan yang dipantang, apa ajah boleh. Dan harus banyak makan supaya badan segera fit
3. Ga usah keliaran dulu kemana2 coz kasian sama yang lain bisa ketularan (apalagi yang belom kena cacar air)
4. Ga boleh usil mecahin lentingannya coz selain airnya bisa menginfeksi di tempat yang ga ada cacarnya, juga meninggalkan bekas hitam2 nantinya

Malam itu AyBun sempet panik karena Zahia panasnya sampai 38,6 derajat Celcius. Langsung Bunda bangunin Ayah trus kasih Zahia Tempra (bekel dari Indonesia pas mudik Lebaran kemarin). Alhamdulillah cuma 1x minum Tempra, plus dihajar ASI ga berhenti2, panas Zahia pun berangsur2 hilang.

Sampai sekarang Alhamdulillah kondisi Bunda & Zahia udah membaik. Cacarnya dah banyak yang pecah dengan sendirinya. Emang gatelnya bukan maen. Apalagi Zahia cacarnya lebih banyak dari Bunda (bisa dikatakan hampir seluruh tubuh). Tapi emang hebat anak AyBun ini, walaupun sakit teteup dunks aktiiiiiffff bukan maen.Teteup heboh panjat2 kursi, “rambatan” ke seluruh penjuru rumah, dan ngacak2 isi kulkas. Hehehe, luarrrr biasa!!!

Ocreh deh, mohon doanya ajah biar cepet sembuh. Jadi Bunda bisa nge-mall lagi dan Zahia bisa berenang karena udah 2 minggu absen bo

Senin, 18 Januari 2010

Sepenggal Puisi Cinta untuk Suamiku

Sudah berapa purnama kita bersama, Sayang?



Melalui detik yang bergulir di tangkai-tangkai hari



Melewati hari yang menelisik pucuk-pucuk waktu



Berlarian aku memunguti percikan-percikan cintamu yang berserakan dimana-mana seperti randu yang meranggas



Engkau melenakanku dengan kelembutan sikapmu



Kedewasaan pikiranmu menghisap habis remah-remah ke-egoisanku



Memanjakanku hingga aku kewalahan menggapai malam



Menaburiku dengan gula-gula dari ladang kesetiaan



Betapa beruntungnya aku sampai tak sadar embun melirikku cemburu





Sayang, tahukah engkau?



Tidak sedkitpun terselip sesal saat dua tahun lalu engkau tanpa malu-malu mencuri aku dari Mamaku



Karena jauh-juh hari kau telah berhasil mencuri hati keluagaku, memborongnya satu per satu



Dan sayang, tahukah engkau?



Betapa kebahagiaan menggenang saat aku mengandung Buah Cinta kita



Menenggelamkanku dalam kolam madu karena sebentar lagi akan ada seseorang yang memanggil kita Ayah dan Bunda



Sang Bidadari elok yang hadir tujuh bulan kemudian, bernama Zahia Shahmin Najla





Sayang, masih beribu purnama menanti untuk kita kunjungi



Berjuta mimpi menunggu untuk disambangi



Maka dekap aku erat, genggam jemariku lekat



Kita kayuh perahu bersama agar tak oleng ditelan ombak



Jangan hiraukan mendung yang sesekali menggelayut manja



Atau kerikil tajam yang terinjak tak sengaja pada alas sepatu



Karena aku yakin bahwa awan bahagia akan tetap menaungi kita



Sayang, larutkan jiwa dan ragaku dengan secangkir cinta yang kau punya



Setiap hari, tanpa henti, hingga purnama silih berganti



Bintulu, 19 January 2010






..... Happy 2nd Anniversary Honey. I love you so much. Thanks for everything that you gave to me .....



Rabu, 13 Januari 2010

Tanggal Merah di 2010

Siapa seh yang ga hepi kalo liat kalender dan ternyata warnanya merah? Merah berarti libur. Libur berarti waktunya kumpul dengan keluarga tercinta. Bisa menghabiskan waktu dengan berleha-leha di rumah, memanjakan suami dengan bikin masakan2 yang special, atau pergi ke tempat2 yang selama ini punya niat untuk dikunjungi tapi belum ada waktu [seperti Ayahnya Zahia janji ngajak ke Taman Tumbina_kebun binatang_tapi ngga terlaksana juga ampe skarang].

Setiap negara punya rules sendiri2 mengenai hari liburnya. Gimana dengan Malaysia? Berikut adalah hari2 libur di Negara Bagian Sarawak :

January 1 ….. New Year’s Day
February 14 & 15 ….. Chinese New Year
February 26 ….. Prophet Muhammad’s B’day
April 2 ….. Good Friday (Sabah & Sarawak only)
May 1 ….. Labour Day
May 28 ….. Wesak Day
June 1 & 2 ….. Gawai Dayak (Sarawak only)
June 5 ….. Birthday of Yang di-Pertuan Agung
August 31 ….. National Day
September 10 & 11 ….. Hari Raya Iedul Fitri
September 16 ….. Malaysia Day
October 23 ….. Birthday of Yang di-Pertuan Negeri Sarawak
November 5 ….. Deepavali
November 17 ….. Hari Raya Haji
December 7 ….. Awal Muharram
December 25 ….. Christmas Day

Note:
# Untuk hari libur yang jatuh pada hari Minggu, maka hari berikutnya akan dijadikan sebagai hari libur tersebut
# Total tanggal merah = 19 hari [senangnya…..!!!]

Malaysia termasuk negara yang punya banyak tanggal merah di kalendernya [Thanks God]. Berikut adalah data total hari libur di negara2 lain selama tahun 2010:

Australia ….. 10 hari
Brunei ….. 13 hari
Canada ….. 12 hari
China ….. 10 hari
Perancis ….. 14 hari
Jerman ….. 16 hari
Guyana ….. 16 hari
Hong Kong ….. 17 hari
Indonesia ….. 15 hari
Italia ….. 13 hari
Jepang ….. 18 hari
New Zealand ….. 10 hari
Singapore ….. 11 hari
Korea Selatan ….. 15 hari
Taiwan ….. 22 hari
Thailand ….. 18 hari
UK ….. 9 hari
USA ….. 10 hari
Vietnam ….. 7 hari
* Tolong direvisi yah kalo ada yang salah, soale ini gw ambil dari agenda yang dibagikan kantor Abang

Selamat berlibur, temans. Have a nice holiday

Senin, 11 Januari 2010

Nikah Koboy

Berapa banyak seh perempuan di dunia ini yang dilamar sama seseorang yang bukan pacarnya via email? Berapa banyak seh orang2 yang nentuin tanggal nikahnya berdasarkan perhitungan cutinya banyak pihak? Berapa banyak seh calon penganten pria datang ke tempat calon penganten perempuan yang beda pulau, 2 hari sebelum hari-H? Berapa banyak seh pasangan yang sama sekali ga melakoni tradisi menjelang merid seperti perawatan pra-nikah, siraman, malam midodareni, dll, tapi langsung tancap ke tujuan? Meskipun gw ga tau jawaban berdasarkan data yang akurat dari pertanyaan2 di atas, tapi gw tau pasti bahwa gw dan hubby adalah salah sau dari makhluk2 aneh itu, yang menikah dengan gaya koboy ala kadarnya.
Gw ga pacaran dengan Ayahnya Zahia (selanjutnya akan gw sebut dengan panggilan kesayangan: Abang). Karena apa? Karena gw pacaran ama orang laen, Abang pun seperti itu.

Assalamu'alikum Wr Wb.
Dengan Bismillahirahman nirrahim aku melalui email ini bermaksud MELAMARMU untuk kujadikan ISTRIKU.
Malam ini untuk terakhir kalinya aku membuka email dan berkelana di internet, karena besok pagi udah akan kembali ke camp (masa off berakhir).
Apapun keputusan dan jawabanmu tidak akan merubah sedikitpun perasaanku dan jalinan ini. semoga Allah memberikan segala kemudahannya kepada kita semua. Amien.
Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Zulfadhli. HM

Ketika gw dilamar via email yang isinya seperti gw tulis diatas [sangat pendek dan tanpa tedeng aling2], gw justru berfikir bahwa si pengirim yang notabene adalah sekutu gw dalam hal mengkomentari orang lain [kami memiliki hobi yang sama dan tidak beradab tentunya hehehe] sedang dalam keadaan sinting berat dan pastinya salah sasaran. Kenapa sinting berat? Karena itu tadi, gw lagi dalam kondisi punya pacar, Abang pun begitu. Lalu kenapa salah sasaran? Mungkin ajah karena mengirim email dalam keadaan mengantuk maka salah untuk memasukkan email address yang dituju.

Setelah gw mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan via sms, ternyata Abang membenarkan bahwa email tersebut diujukan untuk gw, dilakukan dalam keadaan sadar, 100 % sehat wal’afiat ga kekurangan sesuatu apapun, dan telah diputuskan matang2. Uhmmm, secara tiba2 gw diserang oleh ribuan pertanyaan:
“Kenapa gw?” …..
“Kenapa dia?” ………
“Apa betul dia orangnya?”
“Harus gimana?” …………
Dan lain2 ……. Dan sebagainya …….
Gw brulang kali menghirup nafas dalam2. Mengeluarkannya perlahan2. Begitu terus berulang kali seperti ending gerakan senam SKJ waktu SD, sampai akhirnya gw bisa mencerna kejadian ini.

Hari2 gw berikutnya dipenuhi dengan malam2 panjang penuh tahajud & sholat hajat. Minta diberi petunjuk mana yang terbaik untuk menjadi suami dari seorang perempuan yang keras kepala, judes bukan main, sompral mulutnya, banyak makannya, dan kuli kelakuannya [yoi….itulah gw!]. Gw mengikhlaskan sepenuhnya pada Allah SWT, karena gw yakin Dialah Sang Maha Tahu. Jawaban itupun akhirnya datang sodara2. Bukan lewat mimpi. Bukan juga surat. Jawabannya secara implisit terbaca jelas dari tingkah laku+gerak-gerik+perilaku orang2 tersayang di sekeliling gw, yaitu Nyokap, Ua, Tante, Kakak Sepupu, Om, Bibi, Nenek, Kakek, dan semua keluarga besar.

Jadi ceritanya ketika gw bawa 2 kandidat Mr. Right itu ke hadapan Nyokap & keluarga besar, lalu keduanya menjalani rangkaian proses yang panjang mulai dari psikotes-interview awal-interview dengan user [mo ngelamar kerja yah Om??], seluruh juri secara bulat memilih Mr. Zulfadhli HM. Tapi tentu ajah Beliau2 mengembalikan keputusannya kepada gw. Sebelum gw memberikan jawaban, Nyokap menanyakan kenapa Abang memilih gw sebagai calon istrinya. Abang menjawab bahwa dia memilih gw karena Allah. Takjub banget gw ngedenger jawaban Abang, sehingga tanpa gw sadari mulut gw dengan semangat 45 menjawab IYAAAAAA MAUUUUUUU [ih jadi malu sendiri kalo inget2 waktu itu abis lagak gw malu2 kucing garong boooooo].
Nyokap pengen orang tuanya Abang datang untuk “minta” gw secara langsung, maka disepakati bahwa ortu Abang akan ke Jakarta. Tentunya lamaran ini hanya dilakukan oleh orang tua kami coz baik gw maupun Abang udah balik ke habitat masing2, Abang di Sanggau - Kalimantan Barat dan gw di Tidung Pala - Kalimantan Timur. Penetapan tanggal menikah pun dipilih berdasarkan kapan semua pihak bisa cuti, karena kami sependapat bahwa semua hari adalah baik.

Abang melamar gw di 1 Syawal 1429 H. Kami menikah 3 bulan kemudian pada 9 Muharram 1429 H (19 Januari 2008) di Cilegon. Munduh mantu diadakan di Singkawang 1 minggu setelah itu, yaitu tanggal 26 Januari.
Persiapan pernikahan yang tergolong mepet waktunya itu dipersiapkan seorang diri sama Nyokap, mulai dari cottage tempat prosesi akad nikah & resepsi diadakan, catering, dekorasi, tukang rias pengenten, music, MC, dll. Dua jempol buat Nyokap sang event organizer handal (apalagi Nyokap sempet masuk Siloam untuk operasi pembetulan urat saraf di punggung_maap neh gw ga tau istilah kedokterannya apa). Oya sodara2, Nyokap bukannya autis, tapi karena sodara2 kandungnya bertebaran di Jakarta dan Bandung, plus semuanya bekerja, jadi Nyokap di Cilegon dibantu sohib2nya untuk prepare semua ini.
Gw datang 7 hari sebelum hari-H, dan dengan dodolnya malah asyik kongkow2 ama temen2, bukannya melakukan perawatan2 seperti luluran dll. Abang dan rombongan datang 2 hari menjelamg hari-H (hari Kamis), itu juga sore baru sampai di Cilegon karena pesawatnya delay. Keesokan harinya (Jum’at) diadakan pengajian kecil2an mengundang tetangga kompleks. Hari Sabtu siang pukul 13.30 akad nikah di cottage Sari Kuring Indah, malamnya resepsi mulai pukul 19.00-21.00 WIB dengan tamu undangan sekitar 300 orang. Habis resepsi kami pun masuk ke kamar pengantin; mulai melepaskan jepit, peniti, dan bunga yang bertebaran di kerudung gw; melepaskan kebaya pesta; menghapus make-up yang tebal teramat sangat; sholat Isya; lalu tidur karena tepar. Eeeehhh ….. tar dulu …. Mana cerita malam pertamanya?? Huehehhe …… yukkkksss mariiiiii ….. bablas angine ….. !!!!
Honey moon nya kumaha Jeng?? Secara gw & Abang udah dikejar2 jadwal cuti yang dah mo abis, jadi bulan madunya di …… RUMAH AJAH [wadoowww, ini ga sempet ato ngirit?]. Meskipun tanpa acara2 spesial kaya di sinetron2 yang pergi ke Bali ato Singapore ato Cangkurawok (kampung kecil di dekat IPB Dramaga), teteup ajah kalo yang namanya sama laki2 yang udah sah buat jadi temen tidur mah asyik2 ajah. Serasa di surga tau hihihi.
Menikah adalah suatu bentuk ibadah. Dengan menikah berarti kita menyempurnakan agama kita. Menjadikan halal segala sesuatu yang tidak halal (baca: haram). Menyatukan jatah rezeki 2 orang. Memperdalam ilmu management secara gratisan. Dan gw pun bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada gw: suami tercinta yang mencintai gw teramat sangat, ga neko2, nrimo, pekerja keras, tipikal “family man” sekali, dan paham betul cara yang tepat buat menjinakkan gw. Mengenai prosesnya, ternyata pacaran after merid tuh mantapz bangets. Bisa langsung eksplor teori yang diperoleh tanpa takut tambahan dosa. Akhirnya Sang Koboy pun berbahagia. The End.

Kamis, 07 Januari 2010

Belanja ... Yuuuuukk Mariii

Awal2 kami tiba di Sarawak, Malaysia dan pergi belanja untuk pertama kalinya, gw sangat2 takjub ngeliat harga barang2 disini. Gimana ga, masa kangkung 1 kg harganya RM 3,50 which is kalo di-rupiahkan dengan kurs sekarang adalah Rp 9.275,-. GUBRAGG!! Pengen pingsan ga seh! Wong kangkung kalo di Singkawang tempat laki gw 3 iket cuma seribu rupiah. Lucunya lagi, belanja di tradisional market dengan di mall / supermarket ko lebih murah di mall. Heran beribu heran gw dibuatnya. So, kebiasaan baru yang gw ga pernah lakukan di Indonesia adalah setiap belanja gw pasti bawa kalkulator [bukan kalkulator engkong2 yang segede bagong itu yah, tapi pake henpon ajah]. Semua barang dikonversi dulu ke Rupiah, ditimbang2 secara seksama, dipikirkan matang2, lalu diputuskan secara bijak apakah perlu dibeli atau tidak. Hehehe, kopet-markopet banget deh pokonya! Meskipun demikian, ada juga barang2 yang justru lebih murah jika dibandingkan dengan di Indonesia. Gula contohnya. Disini harga 1 kg gula putih adalah RM 1,6 (=Rp 4.240,-).

Sebagai istri merangkap Manager Keuangan, tentu ajah gw harus sepandai mungkin mengelola gaji suami kalo ga mau tekor di akhir bulan. Dengan harga2 yang mehong, gw pun memutar otak dan mengakalinya dengan cara:

# Selalu membeli barang yang saat itu sedang murah. Biasanya ada label “Best Buy” pada bagian barang2 yang diskon
# Setelah melakukan survey di semua tempat belanja di Bintulu, gw jadi tahu bahwa untuk sayur-mayur lebih murah di Farley, sembako di New World Mall (supermarket), perlengkapan baby di Sing Kwong. Kalau di Miri, Boulevard Mall agak lumayan murah juga harganya. So, meskipun agak repot karena harus singgah di beberapa tempat, tapi gw teteup rela ko berkeliling demi menghemat beberapa Ringgit.
# Menanam berbagai tanaman yang bisa ditanam [pusing yah bacanya?!]. Secara anak IPB gitu loh jadi ilmu yang telah ditimba selama 4 tahun kurang beberapa bulan di Kota Hujan akhirnya diamalkan juga dalam kehidupan sehari2. Sampai saat ini gw berhasil dengan sukses menanam: tomat (udah berbuah 3x meskipun kecil2); kangkung; cangkok manis / daun katuk; daun ubi; kapur sirih; serai; kencur; kunyit; labu (ampe sekarang kaga berbuah); cabe (sama nasibnya kaya labu).

Dengan metode yang gw & suami terapkan, alhamdulillah pengeluaran yang dulu sempet bikin pusing kepala sekarang berangsur2 normal. Meskipun teteup ajah kalo total pengeluaran kami sebulan dikonversi ke Rupiah ko jadinya gede juga. Hiks! Berikut list harga barang dan pengeluaran lainnya di Bintulu (tapi gw ga akan menulis brand dari suatu produk), sebagai bahan pembanding dengan harga di Indonesia:

*Note: Seluruh harga dalam Ringgit Malaysia (RM)
Currencies per 5 Januari 2010 ► 1 RM = Rp 2.650,-

1. Beras (yang paling murah) Per 10 Kg ..... RM 22,00 (= Rp 58.300,-)
2. Minyak Goreng 1 Kg .....RM 2,75 (= Rp7.288,-)
3. Gula Putih 1 Kg ..... RM 1,60 (= Rp 4.240,-)
4. Gula Merah 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
5. Air Mineral 1 Box (12 Botol) ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
6. Tepung Gandum 1 Kg ..... RM 2,80 (= Rp 7.420,-)
7. Tepung Beras 1 Kg ..... RM 2,10 (= Rp 5.565,-)
8. Roti Tawar 1 Pack (230 Gr) ..... RM 2,50 (= Rp 6.625,-)
9. Mie Telur 1 Pack (200 Gr) ..... RM 1,50 (= Rp 3.975,-)
10. Mentega 1 Pack (500 Gr) ..... RM 2,30 (= Rp 6.095,-)
11. Terasi 1 Pack (150 Gr) ..... RM 1,50 (= Rp 3.975,-)
12. Garam Halus 1 Pack (450 Gr) ..... RM 0,60 (= Rp 1.590,-)
13. Bawang Merah 1 Kg ..... RM 4,50 (= Rp 11.925,-)
14. Bawang Putih 1 Kg ..... RM 4,50 (= Rp 11.925,-)
15. Cabe Kering 1 Kg ..... RM 9,50 (= Rp 25.175,-)
16. Cabe Rawit 1 Kg ..... RM 25,00 (= Rp 66.250,-)
17. Cabe Merah (besar) 1 Kg ..... RM 25,00 (= Rp 66.250,-)
18. Kelapa Parut Tua 1 Kg ..... RM 3,00 (= Rp 7.950,-)
19. Kacang Tanah 1 Kg ..... RM 5,80 (= Rp 15.370,-)
20. Kacang Hijau 1 Kg ..... RM 5,50 (= Rp 14.575,-)
21. Kacang Panjang 1 Kg ..... RM 3,50 (= Rp 9.275,-)
22. Jagung Muda 1 Pack (6 pcs) ..... RM 2,00 (= Rp 5.300,-)
23. Terung Ungu 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
24. Sawi 1 Kg ..... RM 4,50 (= Rp 11.925,-)
25. Kol 1 Kg ..... RM 3,90 (= Rp 10.335,-)
26. Ketimun 1 Kg ..... RM 2,80 (= Rp 7.420,-)
27. Tomat 1 Kg ..... RM 6,90 (= Rp 18.285,-)
28. Kangkung 1 Kg ..... RM 3,50 (= Rp 9.275,-)
29. Kentang 1 Kg ..... RM 2,80 (= Rp 7.420,-)
30. Bayam 1 Kg ..... RM 4,50 (= Rp 11.925,-)
31. Wortel 1 Kg ..... RM 3,20 (= Rp 8.480,-)
32. Buncis 1 Kg ..... RM 3,50 (= Rp 9.275,-)
33. Daun Bawang 1 Kg ..... RM 13,00 (= Rp 34.450,-)
34. Bunga Kol 1 Kg ..... RM 7,00 (= Rp 18.550,-)
35. Brokoli 1 Kg ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
36. Ubi Merah 1 Kg ..... RM 4,20 (= Rp 11.130,-)
37. Labu Kuning (Pumpkin) 1 Kg ..... RM 2,50 (= Rp 6.625,-)
38. Jahe 1 Kg ..... RM 5,80 (= Rp 15.370,-)
39. Kunyit 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
40. Kemiri 1 Kg ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
41. Pisang Kepok 1 Kg ..... RM 3,00 (= Rp 7.950,-)
42. Pepaya 1 Kg ..... RM 2,70 (= Rp 7.155,-)
43. Melon 1 Kg ..... RM 3,50 (= Rp 9.275,-)
44. Semangka 1 Kg ..... RM 2,00 (= Rp 5.300,-)
45. Jambu Batu 1 Kg ..... RM 4,20 (= Rp 11.130,-)
46. Tempe 1 Pack (150 Gr) ..... RM 1,20 (= Rp 3.180,-)
47. Ikan Teri 1 Kg ..... RM 24,00 (= Rp 63.600,-)
48. Ikan Kembung 1 Kg ..... RM 7,00 (= Rp 18.550,-)
49. Ikan Sarden 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
50. Cumi 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
51. Kerang 1 Kg ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
52. Udang Kecil 1 Kg ..... RM 6,00 (= Rp 15.900,-)
53. Udang Besar 1 Kg ..... RM 16,00 (= Rp 42.400,-)
54. Bakso Ikan 1 Kg ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
55. Telur 1 Tray (30 butir) Grade C ..... RM 8,90 (= Rp 23.585,-)
56. Telur Puyuh 1 Pack (12 butir) ..... RM 4,50 (= Rp 11.925,-)
57. Telur Asin 1 Butir ..... RM 0,70 (= Rp 1.855,-)
58. Ayam Potong 1 Kg ..... RM 7,90 (= Rp 20.935,-)
59. Daging Sapi 1 Kg ..... RM 28,00 (= Rp 74.200,-)
60. Daging Kambing 1 Kg ..... RM 16,50 (= Rp 43.725,-)
61. Tulang Sapi (Leher) 1 Kg ..... RM 18,00 (= Rp 47.700,-)
62. Hati Sapi 1 Kg ..... RM 15,00 (= Rp 39.750,-)
63. Minyak Tanah 1 Ltr ..... RM 1,70 (= Rp 4.505,-)
64. Bensin & Solar 1 Ltr ..... RM 1,70 (= Rp 4.505,-)
65. Gas Isi Ulang 1 Tabung (14 Kg) ..... RM 22,00 (= Rp 58.300,-)
66. Tabung Gas Baru + Isi (14 Kg) ..... RM 82,00 (= Rp 217.300,-)
67. Tiket Bioskop (Hari Biasa) ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
68. Tiket Bioskop (Nomat) ..... RM 8,00 (= Rp 21.200,-)
69. Tiket Kolam Renang Anak2 ..... RM 1,00 (= Rp 2.650,-)
70. Tiket Kolam Renang Dewasa ..... RM 2,00 (= Rp 5.300,-)
71. Potong Rambut Salon Biasa ..... RM 10,00 (= Rp 26.500,-)
72. Potong Rambut Salon di Mall ..... RM 15,00 (= Rp 39.750,-)
73. Klinik Kerajaan Penduduk Asli ..... RM 1,00 (= Rp 2.650,-)
74. Klinik Kerajaan Foreigner ..... RM 15,00 (= Rp 39.750,-)
* Di Klinik Kerajaan bayaran tsb sudah termasuk biaya dokter, obat, imunisasi, pap smear, check lab., rontgen, dan semua perlakuan medis lainnya

Selasa, 05 Januari 2010

Sekilas Pandang : Beberapa Taman Nasional di Sarawak

Alhamdulillah akhirnya bertemu juga dengan 2010. Banyak kalangan dan teman2 melakukan perenungan, ada yang membuat kaleidoskop, atau apapun, dll.

Dalam menghadapi tahun baru ini kami juga seperti pada kebanyakan keluarga yang lain melakukan berbagai perbaikan dan perubahan dalam mensiasati kehidupan dan segala hal. memperbaiki perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang. Oh... maaaf sudah ngalor ngidul.

Cerita tentang Taman Nasional ini sebenarnya sudah lama ingin di bagi kepada semua teman2 yang sedang membaca Blog keluarga kami, pengalaman bekerja di luar negeri tidaklah kami sia2kan dan untuk memanfaatkan segala sesuatu kami pernah pergi ke beberapa Taman Nasional (TN) yang ada di Sarawak, kebetulan kami juga sangat menyukai wisata alam (EcoTourism).


1. Taman Nasional Loagan Bunut
Lokasi TN ini berada di dekat sungai Tinjar yang merupakan anak sungai Baram. Jika dari Miri kita berangkat, maka kita dapat menggunakan kendaraan 4 Wheel Drive. Dari Miri menuju ke Simpang Beluru lebih kurang 56 Km kemudian dari Simpang Beluru menuju Lapok & TN lebih kurang 67 Km. Secara keseluruhan dan umumnya menurut salah satu teman aktivis lingkungan hidup & NGO kami di Kalbar menyatakan kondisi dan gambaran umumnya mirip dengan TN Danau Sentarum yang berada di Kapuas Hulu Kalbar. Secara umum memang TN ini terdiri dari gugusan hutan tropis dan kawasan danau dan rendah, sehingga kondisinya unik. Danau2 ini sendiri tidak dalam satu lokasi tetapi spot-spot. Pada saat hujan terus menerus atau banjir / pasang (meluapnya sungai Tinjar) maka banyak sekali migrasi satwa dalam danau2 tersebut ke sungai ataupun juga sebalikbnya. TN ini di lengkapi dengan kantor pengelola di bawah Forest Dept. dan dikawasan ini dilengkapi dengan chalet atau hostel. Segala fasilitas umum seperti canteen, surau, dll tersedia disini. Bagi yang menyukai wisata alam dan ingin menikmati keindahan alam sangat tepat untuk mencoba berwisata di sini.

2. Taman Nasional Bukit Lambir
Ini merupakan TN yang paling dekat dengan Miri. Mengutamakan keasrian hutan tropika basah di tepian Bandar raya Miri adalah daya tarik yang ingin di tonjolkan. Komitmen pemerintah untuk menjaga dan memelihara TN ini patutlah di contoh. Pemerintah menyediakan Kantor pengelola TN, Resort dan berbagai fasilitas umum disini. Tidak jauh dari resort yang di sediakan pemerintah juga tersedia resort milik swasta yang letaknya tidak terlalu jauh maka kita dapat memilih mana yang terbaik. Dari Miri hanya sekitar 35 Km kita sudah berada di pintu gerbang TN ini.

3. Taman Nasional Bukit Niah
Batu Niah sudah sejak lama dimanfaatkan oleh suku Dayak Iban sebagai lokasi / area pemukiman. Di area ini terdapat sebuah Gua besar yang di claim sebagai terbesar di Dunia (hanya Tuhan yang tahu). Sejak ratusan tahun silam suku Dayak Iban mendiami kawasan ini, banyak long house baik yang sudah modern maupun yang masih tradisional disini. Seperti TN yang lain, maka TN ini juga memiliki kawasan atau public area untuk kemudahan menikmati alam yang ada. Di dalam Gua Niah banyak di huni oleh Kelelawar, sehingga menimbulkan aroma yang agak kurang sedap. Tidak jauh dari lokasi TN terdapat kota kecil bernama Batu Niah (seperti kecamatan) dan di tempat ini tersedia berbagai fasilitas yang sangat memadai seperti hotel, supermarket, pasar tradisonal atau sering disebut sebagai Tamu' (dalam bahasa lokal / tempatan), dll. Dari Miri ke TN ini sekitar 100 Km.

4. Taman Nasional Similajau
TN ini berada di tepian Bandar Bintulu hanya sekitar 27 Km. Ini adalah salah satu TN Pantai yang ada di Sarawak. TN ini di kelilingi oleh rimbunnya Palm Oil, karena kalau kita pergi ke Miri melalui coastal road, maka kita akan dihadapkan kepada hamparan Palm Oil yang di belah oleh Sungai Similajau. Wisata TN ini memprioritaskan kepada keindahan pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan, kondisi Hutan Pantai adalah panorama unggulan disini. Segala fasilitas umum yang diperlukan untuk camping atau menginap di sini tersedia, tetapi kalau mau jalan2 saja dan menginap di Bandar Bintulu juga bisa, karena aksesnya sangat mudah dan lumayan murah. bagi yang suka menikmati sunset maka ini adalah view yang bagus sekali.

5. Taman Nasional Gunung Mulu
Ini adalah pamungkas TN yang ada di Sarawak. Banyak kalangan dan majalah yang menobatkan Resort2 di sini adalah salah satu yang terbaik di Dunia. Hotel berbintang juga tersedia di kawasan ini. Untuk menuju ke TN ini ada beberapa cara, melalui udara kita dapat direct dari Miri international airport ke Mulu. Melalui darat kita dapat melalui Miri - Marudi atau melalui Lapok dan Long Lama kemudian menggunakan speed boat dari sungai Baram menuju Sungai Tutoh. Keindahan alam hutan hujan tropikanya sudah menggema ke seantero dunia. dengan keanggunan pinnacle yang sungguh luar biasa Promosi yang jor-joran dari pemerintah juga membuat lokasi eko wisata ini tak pernah sepi pengunjung. Tetapi untuk ke lokasi ini dari Miri kita perlu meronggoh kocek agak dalam, karena segalanya (transport, akomodasi, makan, dll) lumayan mahal.

Demikianlah beberapa TN yang pernah dan kami ketahui. semoga bermanfaat dan bisa menambah cadangan pengetahuan semua teman2 dan pembaca yang budiman.

ini adalah sign board yang berada di kawasan TN Loagan Bunut

Sungai Mas - Sarawak

Minggu, 03 Januari 2010

Time to Swim, Princess

6 kali sudah Zahia berenang di kolam renang [ya iyalah Bun…masa di sungai!]. Yang ikut nyemplung ke kolam adalah Ayah tercinta. Bunda dan Uti (Uti baru 2x ikut) jadi pemandu sorak di pinggiran kolam. Plus nyambi jadi fotografer ato kameramen yang lagi bikin liputan. Zahia selalu ajah jadi peserta renang termungil dan ter-cute pastinya [hohoho….narsisnya kumat!].
Dengan baju renang pinky yang ada gambar buah jeruk atau bikini polkadot pinky, serta ban yang juga pinky, betapa menggemaskannya Princess Zahia. Apalagi semenjak berenang yang ke-5 Zahia udah bisa kecipak-kecipuk sendiri tanpa Ayah pegangin. Anak pintar. AyBun banggaaaaaaa banget sama Zahia. Oya, tiket masuknya 1 RM untuk anak, dan 2 RM untuk orang dewasa. Kami selalu datang hari Minggu sore jam 4 teng. Jam segitu kolam masih sepi, kalau udah jam 5-an ruamenya bukan main.

Mengenai barang bawaan, Bunda selalu menyiapkan tas pink segede bagong yang isinya: baju ganti Ayah & Zahia, handuk, perlengkapan mandi, sandal jepit, pernak-pernik Zahia (lotion, talc, diapers, minyak telon, sisir, baby cologne, vitami
n rambut), dan of course cemilan. Biasanya Bunda nyiapin roti isi keju atau gula tabur, kadang juga bawa oat & buah Zahia, serta ga ketinggalan Milo dingin Ayah.